Saat kumelayang...
dalam buaian canda tawa
ternyata kumakin terlena
terbawa hembusan angkara
Saat kutenggelam...
dalam palung riuh dunia
terhempas kesadaran yang ada
terseretku kegamang pesona
Syukurku atas karunia...
nasehat terdendang suaranya
petuah damai terpetik dawainya
bangkitkan diri yang tlah lupa
menjaga getar semayamnya
Nada-nada bijak tercipta...
membayangi asa dalam rasa
mewarnai tabiat dalam raga
menyemangati brigade jiwa
Syukur kupersembahkan...
tak terbilang tuk yang disana
kehendak tak terhilang cerahnya
sekejap saja tak harap sirna
Tetap terpancar ribuan daya
agar tak terulang segala dosa
terangi jalan tuju kembali humania
bergandeng shobat mari trus bersua
moga terlambai sahaja dan sentosa
Saturday, September 27, 2008
maafkan aku sobat, sesalku...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment